Softskill

Rabu, 31 Mei 2017

Ilmu Sosial Budaya Dasar - Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial dan Budaya

A.  Pengertian atau Definisi Kemiskinan

Soekanto (1995:406) berpendapat bahwa kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.

B.  Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Kemiskinan senantiasa menarik perhatian berbagai kalangan, baik para akademisi maupun para praktisi. Berbagai teori, konsep dan pendekatan pun terus menerus dikembangkan untuk menyibak tirai dan mungkin “misteri” mengenai kemiskinan ini.

Dalam konteks masyarakat Indonesia, masalah kemiskinan juga merupakan masalah sosial yang senantiasa relevan untuk dikaji secara terus menerus. Ini bukan saja karena masalah kemiskinan telah ada sejak lama, melainkan pula karena masalah ini masih hadir di tengah-tengah kita dan bahkan kini gejalanya semakin meningkat sejalan dengan krisis multidimensional yang masih dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Meskipun pembahasan kemiskinan pernah mengalami tahap kejenuhan sejak pertengahan 1980-an, upaya pengentasan kemiskinan kini semakin mendesak kembali untuk dikaji ulang. Beberapa alasan yang mendasari pendapat ini antara lain adalah:

Pertama, konsep kemiskinan masih didominasi oleh perspektif tunggal, yakni “kemiskinan pendapatan” atau “income-poverty” (Chambers, 1997). Pendekatan ini banyak dikritik oleh para pakar ilmu sosial sebagai pendekatan yang kurang bisa menggambarkan potret kemiskinan secara lengkap. Kemiskinan seakan-akan hanyalah masalah ekonomi yang ditunjukkan oleh rendahnya pendapatan seseorang atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kedua, jumlah orang miskin di Indonesia senantiasa menunjukkan angka yang tinggi, baik secara absolut maupun relatif, di pedesaan maupun perkotaan. Meskipun Indonesia pernah dicatat sebagai salah satu negara berkembang yang sukses dalam mengentaskan kemiskinan, ternyata masalah kemiskinan kembali menjadi isu sentral di Tanah Air karena bukan saja jumlahnya yang kembali meningkat, melainkan dimensinya pun semakin kompleks seiring dengan menurunnya kualitas hidup masyarakaat akibat terpaan krisis ekonomi sejak tahun 1997.

Ketiga, kemiskinan mempunyai dampak negatif yang bersifat menyebar (multiplier effects) terhadap tatanan kemasyarakatan secara menyeluruh. Berbagai peristiwa konflik di Tanah Air yang terjadi sepanjang krisis ekonomi misalnya, menunjukkan bahwa ternyata persoalan kemiskinan bukanlah semata-mata mempengaruhi ketahanan ekonomi yang ditampilkan oleh rendahnya daya beli masyarakat, melainkan pula mempengaruhi ketahanan sosial masyarakat dan ketahanan nasional.

Secara umum ada beberpa faktor yang menyebabkan terjadinya msalah kemiskinan, diantaranya adalah sebagai berikut:     

1. Rendahnya tingkat pendidikan      
Rendahnya tingkat pendidikan seseorang dapat memicu terjadinya kemiskinan. Hal ini karena individu tersebut tidak memiliki pengetahuan atau pendidikan, keterampilan yang memadai yang dapat digunakan untuk mencari penghasilan dan dapat menaikkan taraf hidup individu tersebut serta mampu memenuhi kebutuhannya.

2. Kurangnya kreativitas individu       
Jika seseorang dapat menggunakan kretivitasnya, tidak dipungkiri mereka dapat memiliki penghasilan yang dapat menaikkan taraf hidup mereka. Mereka dapat menggunakan sarana prasarana dan segala aspek yang ada untuk mencari dan mendapatkan sumber penghasilan.

3. Tingkat kelahiran yang tinggi
Tingkat kelahiran yang tinggi ini juga dapat memicu terjadinya kemiskinan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya pengeluaran biaya yang lebih besar, sehingga dapat dimungkinkan harta kekayaannya lama kelamaan akan terkuras. Namun hal ini berbeda untuk kelompok sosial yang memiliki penghasilan yang cukup bahkan lebih atau tetap. Mereka menganggap masih mampu menghidupi anggota keluarganya. Maka mereka tidak dianggap sebagai kelompok sosial miskin. Hal ini tampak sebagian besar di kota-kota besar.

4. Pengaruh lingkungan hidup atau tempat tinggalnya
Lingkungan hidup dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan. Seseorang yang berada di lingkungan miskin pasti akan ikut terbawa arus kemiskinan. Apalagi individu-individu dalam kelompok tersebut adalah individu-individu yang tidak mampu mengurusi dirinya sendiri dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya serta berada dalam gelombang kebodohan atau kelompok yang anggota kelompoknya senantiasa malas untuk bekerja.

5. Keturunan
Tingkat ekonomi dari kelompok sosialnya dapat mempengaruhi dengan jelas. Individu yang berasal dari golongan miskin, tidak menutup kemungkinan akan memyebabkan ia ikut miskin. Karena orang tuanya tidak mampu mencukupi segala kebutuhannya, sehingga mereka menganggap kehidupannya adalah takdir yang telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Sehingga kurang adanya kemauan dan usaha untuk mengubah keadaannya.

Hal-hal lain yang tampak nyata menyebabkan kemiskinan banyak terjadi di kota-kota besar yaitu antara lain arus urbanisasi. Banyak para urban dari desa datang ke kota, kebanyakan dari mereka bertujuan mencari pekerjaan. Namun banyak juga dari mereka gagal mendapatkan pekerjaan, karena mereka tidak memiliki keahlian atau keterampilan tertentu untuk bekerja di kota.Dan juga mereka tidak mempunyai sanak famili yang tinggal di kota. Sehingga hidupnya terkatung-katung tidak menentu, dan merekapun hidup di tempat yang tidak layak dihuni. Dan menyebabkan tingkat kemiskinan di kota meningkat, karena mereka tidak memiliki penghasilan dan tidak dapat memenuhi segala kebutuhannya.      

Sadar bahwa isu kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa aktual, pengkajian konsep kemiskinan merupakan upaya positif guna menghasilkan pendekatan dan strategi yang tepat dalam menanggulangi masalah krusial yang dihadapi Bangsa Indonesia dewasa ini.

 C.  Kemiskinan sebagai Masalah Sosial
Menurut sejarah, keadaan kaya dan miskin secara berdampingan tidak mrupakan maslah sosial sampai saatnya perdagangan berkembang dengan sangat pesat dan timbulnya nilai-nilai sosial yang baru. Dengan berkembangnya perdagangan ke seluruh dunia dan ditetapkan tarf kehidupan tertentu sebagai suatu kebiasaan masyarakat, kemiskinan muncul sebagai masalah sosial. Pada waktu itu individu sadarakan kedudukan ekonominya, sehingga mereka mampu untuk mengatakan apakah dirinya kaya atau miskin. Kemiskinan dianggap sebagai masalah sosial, apabila perbedaan kedudukan ekonomi para warga masyarakat ditentukan secara tegas.

Pada masyarakat modern yang kompleks, kemiskinan menjadi masalah sosial karena sikap membenci kemiskinan tersebut. Seseorang bukan merasa miskin karena kurang makan, pakaian, dan perumahan. Namun karena harta miliknya dianggap tidak cukup untuk memenuhi taraf hidupnya yang ada. Hal ini terlihat di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta. Seseorang dianggap miskin karena tidak memiliki radio, televisi, atau mobil. Sehingga lama kelamaan benda-benda sekunder tersebut dijadikan ukuran bagi keadaan sosial ekonomi seseorang, yaitu apakah dia miskin atau kaya. Dengan demikian, persoalannya mungkin menjadi lain, yaitu tidak adanya pembagian kekayaan yang merata.

D.  Dampak yang Ditimbulkan Akibat Kemiskinan

Masalah kemiskinan yang terjadi akan menimbulkan dampak atau akibat yang dapat terjadi yaitu meningkatnya tingkat kriminalitas. Kriminalitas disini yang sering terjadi antara lain adalah pencurian, pencopetan, perampokan, dan lain-lain. Alasan mereka melakukan hal itu adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karena mereka tidak mempunyai penghasilan untuk mencukupi kebutuhannya. Seseorang cenderung melakukan apa saja jika terdesak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik itu dengan cara halal maupun tidak. Sehingga tingkat kriminalitas di kota-kota besar meningkat.
Selain meningkatkan kriminalitas, kemiskinan juga dapat menyebabkan tingkat kesehatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) semakin rendah. Hal ini terjadi karena masyarakat miskin cenderung kesulitan pula dalam memenuhi kebutuhan makan mereka. Sehingga kandungan gizi yang ada pada makanan yang biasa dikonsumsiny setiap hari kurang, atau bahkan sudah tidak layak konsumsi. Akibatnya, kesehatan mereka terganggu dan tingkat kesehatannya semakin menurun.
Sementara tingkat SDM atau pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat miskin yang semakin menurun, dapat disebabkan karena mereka sulit untuk bersekolah atau menyekolah anak mereka (sebagai orang tua), sehingga pendidikan mereka pun tidak jauh berbeda dengan orang tua mereka. Padahal pemerintah juga telah banyak menetapkan peraturan dan program-program yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan agar masyarakat miskin masih tetap bisa bersekolah atau menerima pendidikan hingga di Perguruan Tinggi sekalipun. Namun mungkin semua itu tetap terjadi karena beberapa di antara bantuan yang diberikan kepada masyarakat miskin tidak tepat sasaran. 

E.   Cara Mengatasi Masalah Kemiskinan

Untuk mengatasi masalah kemiskinan, sebenarnya pemerintah telah berusaha mengentaskan kemiskinan yang senantiasa terjadi, khususnya di Indonesia yang termasuk negara berkembang. Namun masalah ini tak kunjung usai, masih saja melanda sebagian besar masyarakat. Entah karena faktor masyarakat atau individunya ataupun pemerintahnya. Namun sejauh penulis ketahui, kedua faktor tersebut saling mempengaruhi. Masyarakat yang etos kerja dan kemauan untuk lebih majunya rendah bahkan tidak ada, kebanyakan mempunyai sifat pemalas dan hanya mau terima jadi tanpa mau berusaha. Untuk mengatasi masalah ini, seharusnya pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama. Pemerintah jangan hanya memberi bantuan berupa uang tunai atau bahan makanan saja. Namun juga memberi pengarahan dan pembekalan atau ketrampilan tertentu untuk masyarakat miskin, agar dapat memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk bekerja tanpa dipungut biaya. Sehingga mampu bekerja dan menghidupi keluarga tanpa menggantungkan hidupnya pada pemerintah. Untuk masyarakat sendiri diharapkan mampu melaksanakan program tersebut dengan sungguh-sungguh dan meningkatkan etos kerja. Sehingga tujuan utama dari program pengentasan kemiskinan yang sudah lama melanda sebagian masyarakat dapat teratasi. Dan masalah kemiskinan akan dapat berkurang bahkan hilang sama sekali.     

Rabu, 12 April 2017

Ilmu Sosial Budaya dasar - Manusia dan Peradaban

KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

    Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

    Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang bagus dari pembaca agar menjadi makalah yang bagus.


                                                                                      
Bekasi, 12 April 2017

   Ryan Afie Naufal






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………............1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………...2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………...3
1.2 Rumususan Masalah……………………………………………………………………........3
1.3 Tujuan Masalah……………………………………………………………………………......3
BAB II ISI
2.1 Manusia dan Peradaban……………………………………………………………..............4
2.2 Evolusi dan Tahapan-tahapan Peradaban......................................................................6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………….........8
3.2 Saran ……………………………………………………………………………………….......8



PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Istilah peradaban dalam bahasa inggris disebut civili-zation. Peradaban asal kata adab artinya akhlak, kesopanan, atau kehalusan budi pekerti.
Peradaban=berkata dengan konsep nilai moral, etika, estetika di masyarakat dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah misalnya: kesenian, ilmu pengetahuan, adat, sopan santun, pergaulan, kepandaian menulis. Organisasi kenegaraan atau sistem teknologi, seni bangunan.


1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari adab dan peradaban?
2. Apakah pengertian manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab?
3. Apakah pengertian evolusi dan apa saja tahapan-tahapan peradaban?


1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian adab dan peradaban.
2. Mengetahui pengertian manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab.
3. Mengetahui pengertian evolusi dan tahapan-tahapan peradaban.



ISI

2.1 Manusia dan Peraban
   Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.


Menurut Damono sebagaimana dikutip oleh Oman Sukmana, kata “adab” berasal dari bahasa Arab yang berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti.
Adab erat hubungannya dengan:

  •  Moral yaitu nilai – nilai dalam masyarakat yang hubungannya dengan kesusilaan
  • · Norma yaitu aturan, ukuran atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu yang baik atau salah.
  • · Etika yaitu nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam mengatur tingksh laku manusia.
  • · Estetika yaitu berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, kesatuan, keselarasan dan kebalikan.
Menurut Fairchild sebagaimana yang dikutip oleh Oman Sukmana, “peradaban” adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.

Menurut Bierens De Hans “peradaban” adalah seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik dan teknik. Jadi, peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis, sedangkan kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih murni diatas tujuan yang praktis hubungannya dengan masyarakat.

Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat “peradaban” adalah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian. Dengan demikian “peradaban” adalah tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula yang telah mencapai kebudayaan tertentu.

2.2 Evolusi dan Tahapan-tahapan Peradaban
    Evolusi diajukan sebagai faktor kebudayaan pada sekitar pertengahan abad ke – 19 dan dengan segera pula menjadi kategori budaya yang sangat populer. Mereka yang menerapkan gagasan evolusi pada pertumbuhan kebudayaan tidak begitu melukiskan proses yang sungguh-sungguh terjadi, melainkan hanya menyusun sebuah artificial selection diantara ratusan peristiwa dan kejadian yang laludiurutkan menurut skema evolusi. Menurut JWM Baker SJ, mereka tidak sampai menerangkan jalan kebudayaan dengan teori evolusi, tetapi mencoba membuktikan evolusi dengan data budaya yang ada.

   Proses evolusi kebudayaan hanya dipandang dari jauh, yakni dengan mengambil jangka waktu yang panjang, misalnya beberapa ribu tahun yang lalu, maka akan menampakkan perubahan-perubahan besar yang seolah menentukan arah (directional) dari sejarah perkembangan kebudayaan yang bersangkutan. Perubahan – perubahan tersebut direkonstruksi dengan menganalisa sisa-sisa dari benda hasil kebudayaan manusia pada jaman dahulu yang antara lain digali dari lapisan bumi diberbagai tempat.


PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Mengetahui istilah peradaban manusia berwujud kebudayaan, bahasa, dan kesopanan norma-norma manusia.
3.2 Saran
Bagus untuk mengetahui sejarah peradaban manusia ini, untuk mengetahuinya norma kesopanan yang ada.sayangnya di zaman yang modern ini sangat jarang sekali ada yang bersikap sopan dari perilaku dan tutur katanya.

Ilmu Sosial Budaya Dasar - Manusia Subjek Sains Teknologi dan Seni

KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

   Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

   Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang bagus dari pembaca agar menjadi makalah yang bagus.

Bekasi, 12 April 2017

  Ryan Afie Naufal



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………............1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………...2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………...3
1.2 Rumususan Masalah……………………………………………………………………........3
1.3 Tujuan Masalah……………………………………………………………………………......3
BAB II ISI
2.1 Definisi Manusia, Sains, Teknologi dan Sains…..………………………………………….4
2.2 Peranan Manusia, Sains, Teknologi dan Sains di Kehidupan.............................................................................................................................7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………........11
3.2 Saran ………………………………………………………………………………………......11

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Di zaman modern ini, manusia tidak dapat dipisahkan dari iptek, sains, dan seni sebagai kebutuhan di era globalisasi. Iptek, sains, dan seni saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan karena dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik pengaruh negatif maupun positif, namun terkadang manusia tidak menyadari bahwa mereka menjadikan sains, seni, dan iptek lebih dominan ke arah negatif, kita ketahui bahwa terdapat banyak penyalahgunaan iptek, sains, dan seni yang terjadi sehingga banyak menimbulkan kerugian di berbagai pihak terutama pada generasi muda ini. Pemahaman tentang iptek, sains dan seni ini penting bagi manusia, agar tidak ada manusia yang mempergunakan iptek, sains, dan seni tidak pada jalurnya yang salah.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa makna sains, teknologi, dan seni dikehidupan manusia?
2. Bagaimana peranan sains, teknologi, dan seni di dalam kehidupan manusia?
3. Apakah dampak sains, teknologi, dan seni di kehidupan manusia?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui makna sains, teknologi dan seni di kehidupan manusia.
2. Mengetahui peran sains, teknologi, dan seni dikehidupan manusia.
3. Mengetahui dampak sains, teknolodi dan seni di kehidupan manusia.

ISI

2.1 Definisi Manusia, Sains, Teknologi dan Sains
Manusia
   Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling sempurna karena manusia dibekali akal sekaligus nafsu. Meskipun manusia mempunyai nafsu tetapi yang paling berperan adalah akal. Akal ini bertujuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai alat untuk berfikir, berhitung, dan berkreasi sehingga kerja sama antara keduanya sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.

Sains
    Menurut P. Medawar sains dalam istilah Inggris berarti science, berasal dari bahasa Latin yaitu scientia yang berarti ilmu pengetahuan. Pengertian pengetahuan adalah sebagai istilah filsafat yang tidak sederhana dan mudah dipahami secara umum karena memilikibermacam-macam pandangan serta teori yang melingkupi makna pengetahuan tersebut. Diantaranya pandangan Aristoteles yang berpandangan bahwa pengetahuan merupakan sesuatu yang dapat ditangkap melalui indera. Sedangkan menurut Bacon danDavid Home, pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Tetapi tidak semua ilmu boleh dikatakan sains. Ilmu pengetahuan (sains) yang sesungguhnya adalah ilmu yang dapat diuji kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan yang ada.

Teknologi
   Teknologi berasal dari kata techne dan logia, kata Yunani Kuno techne berarti seni kerajinan. Dari kata techne, kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang memiliki keahlian tertentu. Dengan perkembangan keterampilan tersebut menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti. Sehingga keterampilan tersebut menjadi teknik. Diungkapkan Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul The Technological Society tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meski arti dan maksudnya sama. Teknologi memperlihatkan fenomena dalam masyarakat sebagai hal inpersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Batasan ini bukan dalam bentuk teoritis, melainkan perolehan aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode, dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya.

    Dalam kepustakaan, teknologi memiliki berbagai ragam pendapat yang menyatakan teknologi adalah transformasi kebutuhan (perubaan bentuk dari alam). Teknologi adalah kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial terutama teknologi sosial pembangunan sehingga teknologi itu menjadi metode sistematis.
Seni

    Menurut Janet Woll seni adalah produk sosial. Sedangkan menurut Kamus B.Indonesia, seni adalah keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dll), seni dapat berupa seni rupa, seni musik dll. Menurut bahasa ”seni” berarti indah, tetapi menurut istilah ”seni” merupakan suatu manisfestasi dan pancaran rasa keindahan, pemikiran, kesenangan yang lahir dari dalam diri seseorang.

   Wujud dari lahirnya suatu karya seni adalah hasil dari ide-ide para seniman yang berlandaskan daya imajinasi, pengetahuan, pendidikan dan inspirasi serta tenaga seniman itu sendiri. Karya seni dapat dituangkan dalam bentuk garis, warna, gerak, bunyi, kata-kata, bahasa dan rupa bentuk yang bersifat kreatif dan imajinatif dari suatu kemahiran.

2.2 Peranan Manusia, Sains, Teknologi dan Sains di Kehidupan

1. Peran Terhadap Kebutuhan Pokok
a. Sandang: Salah satu contoh adalah manusia menemukan cara untuk memintal benang sehingga dihasilkan sehelai kain dan pada saat ini telah ditemukan mesin pintal modern yang dapat memproduksi kain dalam jumlah besar dalam waktu yang relativ singkat dengan berbagai variasi warna dan corak.

b. Pangan: Dibidang pangan saat ini, manusia mampu mendapatkan pangan yang lebih cepat dengan mempersingkat waktu panen. Ditemukan pula pestisida sebagai pembasmi hama penyerang tanaman. Sedangkan pada bidang kelautan terdapat alat bernama up welling untuk mendeteksi ikan yang akan ditangkap.

c. Papan: Untuk memenuhi kebutuhan pemukiman, saat ini dijumpai gedung-gedung bertingkat yang membutuhkan pondasi kuat dari beton untuk dapat menopang dan menahan berat.

2. Peran Terhadap Peningkatan Kesehatan
    Saat ini ketika ada orang yang organ tubuhnya sudah tidak dapat berfungsi lagi, maka upaya cangkok mata, cangkok hati, cangkok ginjal bukan lagi menjadi hal yang aneh. Bahkan tak jarang pula dilakukan pembuatan organ buatan yaitu alat buatan manusia yang ditanam di dalam tubuh untuk menggantian bagian-bagian yang sudah tidak dapat berfungsi lagi.

3. Peran Terhadap Penyediaan Energi
    Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dengan kemajuan teknologi, proses pengilangan minyak dan pengolahannya dapat dilakukan lebih efisien. Disamping itu, ditemukannya alat-alat untuk mengolah potensi alam untuk diubah menjadi energi juga semakin banyak. Seperti pemanfaatan air, gelombang laut, angin untuk menggerakkan generator yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi. Disamping itu telah dimanfaatkan pula tenaga matahari sebagai sel surya yang juga menghasilkan energi. Jadi berbagai upaya manusia untuk penyediaan energi meliputi pemanfaatan energi matahari, energi panas bumi, energi angin, energi pasang surut, energi biologis (pemanfaatan sampah) dan energi biomassa.

4. Peran Terhadap Komunikasi dan Transportasi
    Sains dan teknologi telah membawa perubahan yaitu kemdahan, kemakmuran, dan kenyamanan dalam kehidupan. Hal ini meliputi terpenuhinya kebutuhan manusia yang semakin baik yaitu penemuan teknik modern bidang penerbangan, teknik kimia, teknik sipil, teknik listrik, dan teknik mekanik yang menghasilkan bahan-bahan dasar untuk industri, mesin-mesin yang sangat komplek, pesawat terbang yang canggih dan lain sebagainya.

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang saya dapatkan adalah, teknologi jaman sekarang ini sangat berkembang pesat. dari sains maupun seninya. Banyak manfaatnya menggunakan teknologi untuk mengetahui informasi sangat cepat dan akurat. bisa digunakan untuk hal yang positif.
3.2 Saran
Saran dari saya, jangan lah menggunakan teknologi yang sangat maju ini untuk hal-hal yang negatif. Karena efek sampingnya banyak sekali meskipun ada hal positifnya.

Kamis, 23 Maret 2017

Ilmu Budaya Dasar - Orientasi Budaya

KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

    Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

    Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang bagus dari pembaca agar menjadi makalah yang bagus.


                                                                                      
Bekasi, 23 Maret 2017

   Ryan Afie Naufal








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..........1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………...2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………………….3
1.2 Rumususan Masalah……………………………………………………………………....3
1.3 Tujuan Masalah……………………………………………………………………………...3
BAB II ISI
2.1 Nilai-Nilai budaya Indonesia…………………………………………………………….4
2.2 Kebudayaan di Indonesia………………………………………………………………..7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………….....11
3.2 Saran ………………………………………………………………………………………....11




PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Budaya di Indonesia itu sangat banyak dan beranekaragam, sehingga banyak menarik perhatian orang-orang asing yang tertarik dengan budaya kita ini. Akan tetapi kita sendiri saja masih kurang peduli dengan budaya negara sendiri, sehingga negara luar Indonesia ingin mengklaim budaya kita yang sudah mulai terlupaka sedikit demi sedikit.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana agar masyarakat Indonesia tetap ingin melindungi budaya negara sendiri?
2. Cara apa agar budaya sendiri tidak terlupakan?
3. Kenapa budaya sendiri harus dilindungi?

1.3 Tujuan
1. Agar budaya di Indonesia tidak punah begitu saja.
2. Ingin budaya sendiri bisa dikenal lebih luas ke luar negeri.
3. Mengetahui banyaknya keanekaragaman Bahasa yang ada di Indonesia




ISI
2.1 Nilai-Nilai Budaya Indonesia
Masyarakat Indonesia menunjukkan suatu aneka warna yang besar dalam hal budaya dan bahasa. Hal tersebut menjadikan mayoritas masyarakat Indonesia bangga akan Bhineka Tunggal Ika yang melambangkan bangsa Indonesia itu sendiri. Keanekaragaman budaya dan bahasa yang ada di Indonesia memunculkan masalah kebudayaan nasional bangsa Indonesia yang menyangkut masalah kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri. Masalah kepribadian bangsa Indonesia tidak hanya mengenai identitas bangsa Indonesia saja, tetapi juga menyangkut tujuan utama bangsa Indonesia untuk hidup sebagai bangsa yang tentram.
Theodorson dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang abstrak, yang dijadikan pedoman serta prinsip – prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku. Keterikatan orang atau kelompok terhadap nilai menurut Theodorson relatif sangat kuat dan bahkan bersifat emosional. Setiap individu dalam melaksanakan aktifitas sosialnya selalu berdasarkan serta berpedoman kepada nilai–nilai atau sistem nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat itu sendiri.
Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.

Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :



1. Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
2. Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut
3.Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka  acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).

Sistem Nilai Budaya, Pandangan Hidup, dan Ideologi. Sistem budaya merupakan tingkatan tingkat yang paling tinggi dan abstrak dalam adat istiadat. Hal itu disebabkan karena nilai – nilai budaya itu merupakan konsep – konsep mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari dari warga suatu masyarakat mengenai apa yang mereka anggap bernilai , berharga, dan penting dalam hidup, agar dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi kepada kehidupan para warga masyarakat itu sendiri.



Kebudayaan khas masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Gotong royong merupakan suatu konsep yang erat sangkut pautnya dengan kehidupan rakyat Indonesia sebagai masyrakat agraris, oleh karena itu gotong royong bernilai tinggi. Nilai gotong royong merupakan latar belakang dari segala aktivitas tolong menolong antar masyarakat. Aktivitas tersebut tampak dalam antar tetangga, antar kerabat dan terjadi secara spontan tanpa ada permintaan atau pamrih.

Gotong royong mengandung 4 konsep yaitu Pertama, Manusia tidak hidup sendiri di dunia ini, tetapi dikelilingi oleh komunitasnya, masyarakatnya dan alam semesta sekitarnya. Kedua, Dalam segala aspek kehidupan manusia pada hakekatnya tergantung terhadap sesamanya. Ketiga, Memelihara hubungan baik dengan sesamanya, terdorong oleh jiwa sama-rata sama-rasa dan sama-sama. Keempat, Selalu berusaha untuk sedapat mungkin bersifat konform, berbuat sama dan bersama dengan sesamanya. Namun semenjak perubahan teknologi dan sosial yang secara pesat, membuat budaya gotong royong mulai memudar.
 

Budaya dan Manusia Indonesia lainnya yaitu saling menghargai. Saling menghargai adalah salah satu dampak positif dari keberagaman suku di Indonesia, dengan banyaknya perbedaan dan keberagaman di Indonesia, justru membuat bangsa Indonesia belajar mengesampingkan perbedaan dan lebih menghargai  agar tidak terjadi gesekan antar sesama bangsa Indonesia.
Musyawarah atau mufakat berasal dari kata Syawara yaitu berasal dari Bahasa Arab yang berarti berunding, urun rembuk atau mengatakan dan mengajukan sesuatu.Istilah-istilah lain dalam tata Negara Indonesia dan kehidupan modern tentang musyawarah dikenal dengan sebutan “syuro”, “rembug desa”, “kerapatan nagari” bahkan “demokrasi”.Musyawarah atau mufakat adalah nilai yang begitu melekat pada bangsa Indonesia, nilai ini menekankan alangkah lebih baiknya jika segala sesuatunya dirundingkan terlebih dahulu dan ditimbang baik atau buruknya
Manusia di Indonesia itu sangat terkenal keramahannya terhadap orang-orang asing yang sedang berwisata ke Indonesia, dan memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Di era modern ini rasa sosial seperti itu sudah mulai menghilang perlahan-lahan, banyak sekali keributan yang tidak penting di mesia sosial karena perbedaan pendapat antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.
2.2 Kebudayaan di Indonesia

1. Wayang



Seni pertunjukan asli dari Indonesia yang berkembang di Pulau Jawa dan Bali ini sudah dikenal sejak beratus-ratu tahun yang lalu. Prasasti Balitung yang ada sejak abad ke-4 membuktikan tentang keberadaan wayang pada saat itu, dengan catatan “galigi mawayang”. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa jenis wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, hingga wayang orang, dengan cerita yang semakin berkembang pula. Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO juga sudah mengakui wayang sebagai salah satu seni bertutur budaya Indonesia dalam daftar “Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity”. 

2. Batik

 


Batik Indonesia, termasuk juga budaya, teknik, serta pengembangan motif dan teknologinya, telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Sejak itu, setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia selalu memperingati Hari Batik Nasional.

3. Angklung


 

Dulunya, angklung dimainkan untuk memanggil Dewi Sri (dewi padi) untuk turun ke bumi, agar tanaman masyarakat tumbuh subur. Hingga sekarang, alat musik tradisional dari Jawa Barat tersebut, masih sering dimainkan dengan cara digoyangkan, dalam berbagai upacara adat dan kegiatan nasional.

 4. Rumah Adat Indonesia

 
Di Indonesia terdiri dari banyak jenis rumah adat. Rumah adat ini merupakan bangunan khas suatu daerah. Rumah adat memiliki fungsi yang berbeda-beda setiap daerahnya. Berikut ini adalah contoh rumah adat beserta dengan asalnya :
Gadang : Minangkabau/Sumatera Barat
Limas : Sumatra Selatan
Joglo : Jawa tengah dan jawa timur
Kesepuhan : Jawa Barat dan Banten
Rumah panjang : Kalbar dan Kalsel
Lamin : Kaliman Timur
Tongkonan : Sulawesi Selatan
Honai : Papua

5. Tari Pendet


 
Tari bernuansa sakral ini sekarang sudah berkembang sebagai tarian “ucapan selamat datang”, yang dikreasikan oleh salah seorang seniman Bali bernama I Wayan Rindi. Jika pada zaman dahulu tari yang berasal dari Pulau Dewata ini dilakukan dalam acara pemujaan di rumah ibadah umat Hindu, Pura, sekarang Tari Pendet sudah bisa sebagai sebuah persembahan bagi para tamu-tamu dalam acara-cara budaya Indonesia.





PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kita jadi tahu berbagai keanekaragaman di Indonesia dan sikap saling toleransi dan menghargai satu sama lain, jadi semakin ingin menjaga kelestarian budaya negara sendiri.
3.2 SARAN
Saran dari saya, sebelum kehilangan budaya kita karena tidak terurus atau tidak di perhatikan. Mari dari sekarang kita lestarikan budaya negara kita sendiri.

LA KTI 2


Senin, 20 Maret 2017

LA AP2B 2

print "Selamat Datang"
tanya="Y"
password=raw_input("Masukan Password : ")
if password=="1IA20":
            print "Welcome !!!\n"
            while tanya=="Y" or tanya=="y":
                        print "=====Menu====="
                        print "1. Faktorial"
                        print "2. Nilai IPK"
                        print "3. Luas Segitiga"
                        print "4. Exit\n"
                       
                        pil=input("Masukan Pilihan Anda : ")
                        if pil==1:
                                    print "\nProgram Faktorial\n"
                                    z=1
                                    x = input("Masukan Sembarang Angka : ")
                                   
                                    for i in range(x,0,-1):
                                                if i<2:
                                                            print i,"=",
                                                else:
                                                            print i,"x",
                                                z = z*i
                                    print z
                        elif pil==2:
                                    print "\nPerhitungan Nilai IPK\n"
                                    uts=input("Masukan Nilai UTS : ")
                                    uas=input("Masukan Nilai UAS : ")
                                    score=(0.3*uas)+(0.7*uts)
                                    if score >= 90:
                                                print('Nilai Anda A')
                                    elif score >= 80:
                                                print('Nilai Anda B')
                                    elif score >= 70:
                                                print('Nilai Anda C')
                                    elif score >= 60:
                                                print('Nilai Anda D')
                                    else:
                                                print('Anda Tidak Lulus')
                        elif pil==3:
                                    print "\nProgram Luas Segitiga\n"
                                    alas=input("Masukan Panjang Alas : ")
                                    tinggi=input("Masukan Tinggi Segitiga : ")
                                    luas=alas*tinggi*0.5
                                    print "Info Segitiga : "
                                    print "Alas = ",alas
                                    print "Tinggi = ",tinggi
                                    print "Luas = ",luas
                        elif pil==4:
                                    print "Terimakasih"
                                    break
                        else:
                                    print "Pilihan Tidak Ada"
                                    print "Silahkan Coba Lagi\n"
                       
                        tanya=raw_input("Ulang ? [Y/N]")